Langsung ke konten utama

Unggulan

Sapa ku kepada Langit

Haii langit, bagaimana kabar hari ini ?  Semoga baik-baik ya dan selalu baik-baik saja Hari ini hari paling menyedihkan setelah penantian 1,5th ku, ak membuang begitu saja kesempatan yang kemungkinan akan menjadi nyata Kesalahan terbesar ku dalam membuat suatu keputusan, dan sekarang ak kehilangan segala nya. Segala semoga yg ak selalu berharap semesta akan memberikan amin paling serius nya untukku Hai langit, senang bisa mengenalmu meski sesingkat senja. Senang rasaku tetap ada disini meski entah kapan waktu itu menjadi penghantar kepergian rasa ku untukmu Namun meski begitu ak tidak akan pernah mengambil alih paksa agar perasaan ku dengan cepat hilng untukmu Saat ak memilih untuk memupuk perasaan ini, aku sudah siap dengan segala konsekuensi sakit bahkan patah untuk kesekian kali Karena pada dasarnya hati akan tetap kekeh pada rasanya meski harus berujung patah berkali kali Hai langit, jika ini yang terakhir kali nya ak bersapa dengan mu, akan aku abadikan dirimu dalam satu ruang...

Bagaimana (?)

Kata adalah ungkapan dari hati yang disampaikan oleh lisan
Tidak semua yang disampaikan oleh lisan itu benar, dan tidak pula berbohong
Adakala nya hati ingin meneriakan segala sesaknya, namun lisan nya bungkam lalu di sampaikan oleh air mata 
Adakalanya tidak semua lisan mampu menjelaskan bagaimana air mata itu hadir basah lalu mengering dengan sendirinya
Bagaimana jika kala itu tangan lah yang sanggup menghapuskan seisi hati yang tertumpah lewat air mata
Bagaimana jika kali pertama nya tangan lah yang memeluk erat tubuh yang bergetar hebat karena menahan mati-matian agar air mata berhenti mengekspresikan seisi hati
Lantas; salahkah jika lisan tidak mengungkapkan jika air mata sudah mewakili seisi hati nya
Lalu salahkah jika tangan nya sendiri yang memeluk erat tubuhnya agar air matanya terhenti berekspresi saat dunia nya tidak baik-baik saja

Komentar

Postingan Populer