Langsung ke konten utama

Unggulan

Sapa ku kepada Langit

Haii langit, bagaimana kabar hari ini ?  Semoga baik-baik ya dan selalu baik-baik saja Hari ini hari paling menyedihkan setelah penantian 1,5th ku, ak membuang begitu saja kesempatan yang kemungkinan akan menjadi nyata Kesalahan terbesar ku dalam membuat suatu keputusan, dan sekarang ak kehilangan segala nya. Segala semoga yg ak selalu berharap semesta akan memberikan amin paling serius nya untukku Hai langit, senang bisa mengenalmu meski sesingkat senja. Senang rasaku tetap ada disini meski entah kapan waktu itu menjadi penghantar kepergian rasa ku untukmu Namun meski begitu ak tidak akan pernah mengambil alih paksa agar perasaan ku dengan cepat hilng untukmu Saat ak memilih untuk memupuk perasaan ini, aku sudah siap dengan segala konsekuensi sakit bahkan patah untuk kesekian kali Karena pada dasarnya hati akan tetap kekeh pada rasanya meski harus berujung patah berkali kali Hai langit, jika ini yang terakhir kali nya ak bersapa dengan mu, akan aku abadikan dirimu dalam satu ruang...

Hai Jog !

Jatuh cinta dan patah di kota yang mungkin tidak asing lagi bagi sebagian orang di negri ini, kota istimewa. Terdengar ironi untuk kisah di kota ini untuk salah satu makhluk Tuhan yang sedang hancur dan patah, namun jelas terpatri dalam sebuah angan seorang manusia yang kehilangan hasrat untuk mencintai kembali. 
Bagaimana tidak, luka yang begitu dalam jelas terlihat menganga meneteskan bulir-bulir darah yang tak akan pernah bisa terlihat dalam kesakitan yang tak akan pernah terlihat oleh siapapun kecuali dirinya sendiri. 
Jatuh cinta di kota ini dan dipatahkan sepatah-patahnya di kota ini pula. 
Miris sungguh, namun siapa lagi yang akan mengerti kecuali diri sendiri pemilik raga yang telah hancur dan patah itu. Siapa yang tau akan luka nya, hancurnya.

Banyak sekali keraguan bahkan ketakutan yang terus membodohi bahkan menjelma dengan wujud yang sangat mengerikan. Senja nya kini berubah menjadi mengerikan untuk di lihat bahkan untuk di ingat yang terbesit dalam ingatannya. Siapa sangka senja nya kini berubah menjadi penghantar ketakutan nya

Lantas; siapa penyembuh akan segala bentuk ketakutannya itu kecuali diri sendiri dan perdamaian dalam dirinya. Mencari seseorang untuk menjelaskan secara objektif tentang peran sakit yang ia terima saat itu ketika seseorang telah memilih untuk meninggalkan nya. Hahahaaa,, gelak tawa di setiap sudut kota ini terasa meledek, yang menertawainya dalam kalut tangis, tak ada yang mampu mengerti dalam tangisnya yang dia bungkam agar tangisnya tak lagi terdengar, karena apa karena semua tidak menginginkan cerita itu di ceritakan oleh sebagian orang yang berpura-pura peduli dengan memasang raut wajah nya yang sok iba. Ironi nya, hanya sebagian saja yang berpura-pura peduli dengan rentetan kata yang seolah mengisyaratkan iba nestapa akan kisah yang sedang ia ceritakan penuh sesak dengan hancurnya, dengan segala bentuk cerita yang sedang ia ceritakan. 

Senja nya telah merubah segala perspektif nya, merubah segala bentuk keindahan yang ia hadirkan dalam menyambut gelap. 

Senja di kota ini sekarang telah berbeda semenjak ia menyandang hati yang terpatahkan, terhancurkan dan terinjak akan kesedihan karena kehilangan. 

Di kota ini pula sebuah asa terhenti, dan entah sampai kapan segala ketakutannya sirna. Mungkin esok, lusa atau beberapa tahun kedepan. Entahlah,, semoga saja masih ada senja lain dikota ini yang bisa membuat nya kembali hidup dalam sebuah cinta, kasih yang bisa ia rasakan kembali. Semoga saja ! 

Komentar

Postingan Populer