Langsung ke konten utama

Unggulan

Sapa ku kepada Langit

Haii langit, bagaimana kabar hari ini ?  Semoga baik-baik ya dan selalu baik-baik saja Hari ini hari paling menyedihkan setelah penantian 1,5th ku, ak membuang begitu saja kesempatan yang kemungkinan akan menjadi nyata Kesalahan terbesar ku dalam membuat suatu keputusan, dan sekarang ak kehilangan segala nya. Segala semoga yg ak selalu berharap semesta akan memberikan amin paling serius nya untukku Hai langit, senang bisa mengenalmu meski sesingkat senja. Senang rasaku tetap ada disini meski entah kapan waktu itu menjadi penghantar kepergian rasa ku untukmu Namun meski begitu ak tidak akan pernah mengambil alih paksa agar perasaan ku dengan cepat hilng untukmu Saat ak memilih untuk memupuk perasaan ini, aku sudah siap dengan segala konsekuensi sakit bahkan patah untuk kesekian kali Karena pada dasarnya hati akan tetap kekeh pada rasanya meski harus berujung patah berkali kali Hai langit, jika ini yang terakhir kali nya ak bersapa dengan mu, akan aku abadikan dirimu dalam satu ruang...

Menuju hari ke 540

Masih begitu terasa kala itu senja pergi menuju temaram di iringi rasa sesak yang begitu memuakkan seisi dada 

Masih begitu terasa malam bertemankan pilu dan bulir air mata 

Begitu pula setiap helaan nafas tersirat berat menanggung rasa sakit dan sesak 

Masih begitu sakit terasa bagaimana dada terasa sesak mengikuti alunan musik penghantar kesakitan 

Masih teringat bagaimana malam itu menjadi penghantar sesak dan tangis, bahkan tak terasa begitu bergetar nya tangan ini dengan tangisan yang membuat seisi semesta menjelmakan rasa iba nya

Bahkan masih sangat terasa aku meminta kepada semesta dengan lirih untuk sebuah kata ikhlas, yaaa ikhlas akan sebuah kehilangan 

Bagaimana tidak, ia berhasil memporak porandakan seisi hati yang telah ku tata rapi bertahun tahun 

Jahat yaa, seisi semesta ikut menyaksikan segala bentuk lara dan pilu aku kehilangannya 

Hahaa,, tawa meledek terdengar setiap saat ak mengingat bagaimana ak melewati setiap malam yang ironi itu penuh dengan nestapa pilu 

Tetapi malam kali ini, malam ke 540 setelah ak kehilangan mu, aku sudah berhasil menata kembali hati yang sempat hancur, hati yang patah, bahkan di malam ke 540 setelah semesta menyaksikan satu anak manusia menangisi kepergiannya yg kini sudah menjelma menjadi satu hati yang kembali menguat 

Terimakasih untuk diriku sendiri, terimakasih kepada semesta yang sudi memberikan pembelajaran terbaiknya dalam satu kesempatan hidup ku ini 

Terimakasih senja, kau sangat hebat kali ini, luar biasa hebat ! 













Komentar

Postingan Populer