Langsung ke konten utama

Unggulan

Sapa ku kepada Langit

Haii langit, bagaimana kabar hari ini ?  Semoga baik-baik ya dan selalu baik-baik saja Hari ini hari paling menyedihkan setelah penantian 1,5th ku, ak membuang begitu saja kesempatan yang kemungkinan akan menjadi nyata Kesalahan terbesar ku dalam membuat suatu keputusan, dan sekarang ak kehilangan segala nya. Segala semoga yg ak selalu berharap semesta akan memberikan amin paling serius nya untukku Hai langit, senang bisa mengenalmu meski sesingkat senja. Senang rasaku tetap ada disini meski entah kapan waktu itu menjadi penghantar kepergian rasa ku untukmu Namun meski begitu ak tidak akan pernah mengambil alih paksa agar perasaan ku dengan cepat hilng untukmu Saat ak memilih untuk memupuk perasaan ini, aku sudah siap dengan segala konsekuensi sakit bahkan patah untuk kesekian kali Karena pada dasarnya hati akan tetap kekeh pada rasanya meski harus berujung patah berkali kali Hai langit, jika ini yang terakhir kali nya ak bersapa dengan mu, akan aku abadikan dirimu dalam satu ruang...

Sepenggal kisah

Tepat beberapa belas tahun lalu, jika Tuhan menghendaki perpisahan itu mungkin aku tidak akan mengerti sebuah kehangatan sebuah keluarga yang utuh lagi. Jangan kan kehangatan, mungkin untuk melihat orang tuaku bersama saja ak sudah tidak akan pernah bisa.

Namun lagi-lagi semesta kala itu mengerti bahwasannya ada 2 anak kecil perempuan yang tidak akan sanggup melihat apabila orang tua nya berpisah karena ego masing-masing. 

Dan benar saja, masa kelam itu masih terekam dengan baik olehku hingga saat ini. Entah apa yg akan terjadi jika kala itu semesta merestui perpisahan kedua orang tua kami. Mungkin tidak hanya hati kami yang rusak, tapi hati orang yang mencintai kami pun akan ikut merasakan betapa sesaknya dada 2 anak kecil perempuan saat itu.

Melihat pertengkaran mereka yang dengan ego nya di luapkan tanpa sama sekali memikirkan bagaimana dengan mental kami, bagaimana dengan hati kami. Sempat aku keraskan lagi hatiku, sampai benar-benar dititik ak tidak peduli lagi dan untuk tidak begitu mengambil pusing dengan keadaan saat itu. Tapi lagi-lagi ak disadarkan oleh tangis anak kecil perempuan di sampingku, di sela tangisnya dia berbicara dengan logat jawanya "mba,gimana kalau nanti bapak sama ibu berpisah ? Terus salah satu dari kita harus ikut mereka salah satu, berarti kita pisah? Aku gak mau" ku tatap kedua bola mata kecil itu yang penuh air mata kesedihan, dan ku jawab dengan sepatah kalimat "bapak ibu ga bakalan pisah". Padahal aku sendiri gatau apa yang akan terjadi setelah saat itu, perpisahan kah atau keadaan yang akan membaik. Entahlahh yang terpenting kedua bola mata kecil itu tidak lagi mengeluarkan air mata

Dan benar saja jika kala itu semesta dan pemiliknya merestui perpisahan itu mungkin sampai hari ini aku tidak akan lagi bisa merasakan betapa bahagia nya keluarga ini masih lengkap. Semua kembali membaik berkat doa-doa yang dilangitkan oleh orang-orang yang mencintai keluarga kami, orang-orang yang peduli dengan 2anak perempuan kecil ini. 

Dan ak tidak pernah bisa membayangkan betapa hancurnya anak-anak diluar sana yang menjadi korban keegoisan orang tua nya, dan harus kehilangan setiap moment hangat di tengah keluarga. Untuk kalian, tetap semangat yaa, semua akan tetap baik-baik saja meski tanpa kasih sayang mereka, terimakasih sudah menjadi kuat untuk diri kalian sendiri. 

Komentar

Postingan Populer