Langsung ke konten utama

Unggulan

Sapa ku kepada Langit

Haii langit, bagaimana kabar hari ini ?  Semoga baik-baik ya dan selalu baik-baik saja Hari ini hari paling menyedihkan setelah penantian 1,5th ku, ak membuang begitu saja kesempatan yang kemungkinan akan menjadi nyata Kesalahan terbesar ku dalam membuat suatu keputusan, dan sekarang ak kehilangan segala nya. Segala semoga yg ak selalu berharap semesta akan memberikan amin paling serius nya untukku Hai langit, senang bisa mengenalmu meski sesingkat senja. Senang rasaku tetap ada disini meski entah kapan waktu itu menjadi penghantar kepergian rasa ku untukmu Namun meski begitu ak tidak akan pernah mengambil alih paksa agar perasaan ku dengan cepat hilng untukmu Saat ak memilih untuk memupuk perasaan ini, aku sudah siap dengan segala konsekuensi sakit bahkan patah untuk kesekian kali Karena pada dasarnya hati akan tetap kekeh pada rasanya meski harus berujung patah berkali kali Hai langit, jika ini yang terakhir kali nya ak bersapa dengan mu, akan aku abadikan dirimu dalam satu ruang...

Titik Balik Lara

Segala isi nestapa mengisi perihnya sendiri

Di saat tangis dan tawa menjadi satu

Berharap lara kali ini berujung pelangi yang membahagiakan

Namun harapnya kali ini tak berujung bahagia, hanya hampa

Menepiskan segala sepi yang terus menyesakkan rongga-rongga dada

Kapan titik balik lara itu disini, tepat mampu untuk ku rasakan ?

Esok kah ? Setahun ? Atau tidak akan sama sekali

Mendiskripsikan titik balik lara saja aku tidak mampu, ohh tunggu mungkin titik balik lara itu adalah kebahagiaan. Mungkin

Teruntuk titik balik lara, terimakasih sudah memberiku harapan baru atas asas kebahagiaan

Komentar

Postingan Populer