Langsung ke konten utama

Unggulan

Sapa ku kepada Langit

Haii langit, bagaimana kabar hari ini ?  Semoga baik-baik ya dan selalu baik-baik saja Hari ini hari paling menyedihkan setelah penantian 1,5th ku, ak membuang begitu saja kesempatan yang kemungkinan akan menjadi nyata Kesalahan terbesar ku dalam membuat suatu keputusan, dan sekarang ak kehilangan segala nya. Segala semoga yg ak selalu berharap semesta akan memberikan amin paling serius nya untukku Hai langit, senang bisa mengenalmu meski sesingkat senja. Senang rasaku tetap ada disini meski entah kapan waktu itu menjadi penghantar kepergian rasa ku untukmu Namun meski begitu ak tidak akan pernah mengambil alih paksa agar perasaan ku dengan cepat hilng untukmu Saat ak memilih untuk memupuk perasaan ini, aku sudah siap dengan segala konsekuensi sakit bahkan patah untuk kesekian kali Karena pada dasarnya hati akan tetap kekeh pada rasanya meski harus berujung patah berkali kali Hai langit, jika ini yang terakhir kali nya ak bersapa dengan mu, akan aku abadikan dirimu dalam satu ruang...

Sesak dalam kelu

Benarkah ini akan menjadi sebuah pesan terakhir ? 

Dan benarkah ini akan menjadi sebuah bait terakhir untuk cerita yang aku rasa dari awal berharap indah 

Dan apakah benar jika yang telah terjadi kemarin hanyalah suatu kebetulan yang perlu disesali sekarang ? 

Lantas mengapa semesta mengirimkan bahagia lewat sesuatu hal yang tidak kan mungin dan pernah terjadi ? mengapa ?

Pesan apa yang sebenarnya tersirat dalam sebuah alur hari lalu yang terjadi ? 

Oohh mungkin hanya sebuah intermezzo yang tidak seharusnya dianggap kebetulan yang serius

Kesalahan atas diriku sendiri namun menyalahkan segala takdir semesta yang menghadirkan saja bukan untuk di singgahi 

Hadiah dari semesta kali ini terasa membuat sebagian dari diriku tertampar dengan segala sesak dan kelu 

Semakin terasa sesak jika ku paksakan menerima segala yang terjadi yang disaksikan cakrawala 

Bagaimana jika kali ini cakrawala hanya ingin mempermainkan lelucon yang selalu dianggap benar dan serius ? 

Sampai akhirnya akan terus menjadi sesak dan kelu, meratapi dan terus meratapi diam membisu enggan membuka cerita nestapa 

Terimakasih kepada semesta yang telah mengirimkan segala pelik cerita misteri lewat langit, dan aku sempat mencintai segala cerita nya meski ujung lancipnya membuat sedikit rongga lara baru 

Dan benar saja kali ini dan seterusnya langit telah berpemilik, dan banyak yang kini membersamainya 

Bahagia selalu langit bersama sang pemilikmu, dan biarkan aku kali ini memeluk sesak dalam kelu bisu hingga nanti 

Dan terimakasih untuk hari ini, lagi-lagi semesta menamparkan sesak ku semakin menjadi kelu. terimakasih semesta kali ini membuatku sadar bahwa langit tidak akan pernah bisa ku gapai apalagi ku miliki selain semesta yang sudah ditakdirkan menjadi salah satu pemiliknya 

Terimakasihku kali ini lagi-lagi kelu bibir  meneteskan air mata yang seharusnya tidak ku keluarkan untuk bercerita sosok mu dan sesak ku dalam kelu kali ini

Berbahagialah wahai langit dan semesta, terimakasih banyak cakrawala cerita aku berjanji akan menutup segala cerita langit dan semesta penghantar sesak dalam kelu 





Teruntuk langit, terimakasih untuk segala bahagia yang berakhir sesak dalam kelu karena mencintaimu. aku pamit, dan menutup segala cerita mu yang telah lalu. terimakasih sudah berhasil membuatku hidup kembali setelah kematian atas terinjaknya trauma perpisahan, atas masa lalu yang menyesakkan dan meninggalkan jasad dalam kematian rasa yang abadi. 

_AZNF_


Komentar

Postingan Populer